Aplikasi Sistem Fotovoltaik Hybrid pada Unit Usaha Roti Muhammadiyah: Proyek Strategis Pengabdian Dosen Teknik Elektro UMS

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmennya dalam penggunaan energi terbarukan melalui penerapan teknologi di sektor usaha mikro. Pada Kamis (22/1), unit usaha roti Muhammadiyah di Gatak resmi mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna menekan biaya operasional. Proyek yang diinisiasi sejak November 2025 ini dipandu oleh Dosen Teknik Elektro UMS, Hasyim Asy’ari, S.T., M.T., dan mulai berfungsi secara optimal pada akhir Januari 2026.

Sistem PLTS ini menggunakan teknologi hybrid yang dirancang khusus untuk mendukung industri kecil. Infrastrukturnya mencakup 3 unit panel photovoltaic dengan total kapasitas 1.755 WP, inverter hybrid 6,2 kW, serta baterai Lithium Ferro-Phosphate 48V 100Ah sebagai penyimpan cadangan energi.

Hasyim memaparkan bahwa sistem ini mampu menghasilkan listrik antara 3,45 hingga 3,67 kWh per hari. Saat ini, performanya telah mencakup sekitar 40% dari total kebutuhan listrik mesin produksi (daya 2.000 watt). Dengan masa pakai mencapai 25 tahun, teknologi ini menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada listrik PLN.

“Biaya operasional sekarang jauh lebih hemat,” ungkap Musthofa, pengelola usaha roti yang kini merasakan langsung manfaat tenaga surya. Baginya, PLTS bukan sekadar alat, melainkan investasi agar usahanya tetap ‘berasap’ dan berkelanjutan di tengah ketergantungan pada listrik.

Melalui kolaborasi ini, UMS kembali menunjukkan taringnya sebagai kampus yang tidak hanya berteori, tapi hadir dengan solusi nyata. Dengan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, UMS sukses memperkuat fondasi ekonomi warga Muhammadiyah sekaligus menjadi motor penggerak transisi energi hijau di tanah air.

Inisiatif ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi Teknik Elektro dan pelaku usaha mampu menciptakan kemandirian energi yang presisi dan efisien.